SINOPSIS :
Shaum merupakan salah satu ibadah mahdhah yang dengannya seseorang dapat meraih derajat takwa, tepatnya menjadi muttaqin. Lalu, mengapa ayat yang memerintahkan pelak-sanaan shaum diakhiri oleh kalimat la’allakum tattaqûn, bukan kalimat ûlâika hum al-muttaqûn.
Dua ungkapan yang berbeda diatas, tentu, memunculkan implikasi yang berbeda pula. Kalimat yang disebutkan pertama masih menunjukkan pengandaian (semoga), sedangkan kalimat kedua menunjukkan kepastian (menggunakan kata tunjuk).
Agar shaum seseorang berhasil memformat diri menjadi muttaqîn. perlu ilmu tentang tata cara pelaksanaan shaum yang baik, dalam arti, memahami segala hal yang terkait dengan pelaksanaan shaum. Buku ini bisa menjadi referensi karena di dalamnya memberi solusi tentang cara shaum yang baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw.







